Buku Spiritual Salah Kaprah Edisi Revisi | Karya Salim Abdulsomad (Abu Sangkan)
Tidak sedikit orang berkata, saya seorang spiritualis tetapi bukan seorang religius. Ungkapan ini mungkin ada benarnya. Namun, yang tak bisa dipahami adalah ketika SQ beredar di Indonesia dan menjadi semacam training-training. Sesungguhnya mereka tengah dilanda kebingungan untuk membedakan antara mana yang disebut emotional intelligence dan mana yang disebut spiritual intelligence. Di tengah kebingungannya itu lalu mereka mengambil jalan pintas dengan menggabungkan keduanya tanpa ada batasan yang jelas. Maka, tampak pendangkalan disana-sini, bahkan terkesan sangat dipaksakan. Gejala pendangkalan semacam ini, sesungguhnya telah lama mengusik perhatian sebagian ulama, kyai-kyai, dan spiritualis sufi di Indonesia.
Secara ilmiah penggabungan kedua kecerdasan tersebut adalah-something you are not able to check and acount-suatu hal dimana Anda tidak bisa memeriksa dan melaporkan hasilnya. Jadi, tidak bisa dijelaskan melalui topangan-topangan ilmiah yang bersifat empiris dan logis. Lalu apa ukurannya? Tangisan? Apakah kalau sudah menangis meraung-raung itu menandakan spiritualnya sudah mendapatkan ridha Allah, apakah demikian? Sehingga pemahaman kontradiktifnya adalah siapa saja yang tidak menangis maka hatinya telah membatu dan tidak mendapat petunjuk Allah, begitukah?
Buku inin mengupas tuntas :
Kerancauan Spiritual
Antara God-Spot, G-Spot, Mad-Spot dan Sufi-Spot
*Bisa Request tanda tangan langsung dari Ustadz Abu Sangkan